Penulis: Ayu Saffron

Aku buka mata aku perlahan-lahan di balik selimutku. Kuintai lembaga yang duduk di hujung katilku itu. Malam ini ‘dia’ hanya duduk membatu di hujung kaki aku. Tak macam malam-malam sebelumnya.

Ada satu malam, ‘dia’ menari tarian Jawa.

Malam yang lain pula ‘dia’ berdialog Bahasa Jawa Kuno.

Ada masa lain pula, ‘dia’ menyanyi dalam bahasa yang sama; Jawa Kuno.

Tapi malam ini ‘dia’ hanya duduk membatu.

Dia; lembaga yang menghantui aku sejak aku pulang dari mendaki Gunung Ledang bulan lalu.


Ikuti kami di ruang internet.
Telegram @LejenPress. // Facebook /LejenPress. // Twitter @lejenpress. // Instagram @lejenpress
(Jumlah bacaan sebanyak 2 kali, dibaca 1 kali pada hari ini)